Print
Hits: 672

Balumpewa, 16 Agustus 2025 - Stasiun Pemantauan Atmosfer Global Lore Lindu Bariri BMKG bersama Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Tadulako (HME UNTAD) melaksanakan kegiatan edukasi perubahan iklim kepada masyarakat Desa Balumpewa, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (16/8).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat HME UNTAD ini menghadirkan pemaparan materi dari BMKG bertajuk “Peran BMKG dalam Meningkatkan Kapasitas Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim.”

Dalam materinya, BMKG menjelaskan bahwa perubahan iklim adalah fenomena global yang dipicu oleh aktivitas manusia, terutama akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) seperti karbon dioksida (CO₂), metana, dan nitrogen. Perubahan ini memicu naiknya suhu udara global, perubahan pola curah hujan, dan peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan data BMKG, wilayah Sulawesi termasuk Sulawesi Tengah mengalami tren peningkatan curah hujan tahunan selama tiga dekade terakhir. Selain itu, proyeksi iklim untuk periode 2032–2040 menunjukkan kemungkinan peningkatan suhu udara rata-rata hingga 1°C, serta peningkatan jumlah hari hujan lebat dan hari tanpa hujan.

BMKG juga menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah pada bulan Juni hingga Agustus 2025 diprediksi mengalami curah hujan dalam kategori menengah hingga sangat tinggi, dengan sifat hujan normal hingga di atas normal. Hal ini menjadi indikasi penting bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan pertanian, pengelolaan air, hingga kesiapsiagaan terhadap banjir atau kekeringan.

Selain menjelaskan fenomena perubahan iklim, BMKG memperkenalkan berbagai sistem pemantauan dan peralatan yang digunakan di wilayah Sulawesi Tengah. Beberapa di antaranya termasuk Automatic Rain Gauge (ARG), Automatic Weather Station (AWS), dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) yang tersebar di sejumlah titik strategis di provinsi ini.

Sebagai penutup, BMKG mendorong pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat melalui akses ke portal Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini secara cepat dan akurat.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama mahasiswa dengan BMKG dan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Masyarakat Desa Balumpewa terlihat antusias mengikuti materi serta menunjukkan ketertarikan terhadap informasi perubahan iklim dan sistem peringatan dini yang diperkenalkan.