Rakor BPBD 1

Palu, 31 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka antisipasi potensi fenomena El Nino tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur perangkat daerah, BPBD, instansi teknis, serta narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yaitu Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri dan Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Aljufri Palu.

Rakor BPBD 2

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan pada sektor pertanian, perikanan, dan sumber daya air. Kepala SPAG Lore Lindu Bariri, Asep F. Ilahi, memaparkan bahwa bahwa kondisi iklim global hingga Maret 2026 masih berada pada fase netral. Fenomena El Nino–Southern Oscillation diprediksi akan bertransisi menuju El Nino lemah pada pertengahan tahun, sementara Indian Ocean Dipole diperkirakan tetap dalam kondisi netral. Kemudian beliau juga menjelaskan bahwa Kabupaten Parigi Moutong memiliki karakteristik iklim yang cukup kompleks dengan banyak zona musim, sehingga kondisi cuaca dapat berbeda antar wilayah. Dalam waktu dekat, wilayah ini masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat sebagai bagian dari masa peralihan musim. Adapun awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Juni hingga Juli 2026, dengan puncak kemarau pada bulan Agustus hingga September, serta durasi kemarau yang bervariasi di setiap wilayah.

Rakor BPBD 3

Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Taufiq Hidayah menambahkan bahwa meskipun terdapat potensi perkembangan fenomena El Nino–Southern Oscillation ke arah El Nino lemah pada pertengahan tahun, kondisi cuaca dalam waktu dekat di wilayah Parigi Moutong masih dipengaruhi oleh faktor lokal dan regional yang mendukung pembentukan awan hujan. Oleh karena itu, dalam beberapa hari hingga satu pekan ke depan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih dapat terjadi di sebagian wilayah. Lebih lanjut disampaikan bahwa masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bersifat dinamis serta aktif memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, khususnya terkait peringatan dini cuaca ekstrem dan kondisi maritim, guna mendukung keselamatan dan perencanaan aktivitas sehari-hari.

 

Rakor BPBD 4

 

Sebagai tindak lanjut, disepakati beberapa langkah strategis antara lain penguatan sistem peringatan dini, peningkatan diseminasi informasi cuaca dan iklim, serta penguatan literasi masyarakat dalam memahami informasi kebencanaan. Selain itu, dilakukan penyesuaian kalender tanam, optimalisasi pengelolaan sumber daya air, peningkatan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, serta penguatan layanan informasi cuaca maritim bagi masyarakat pesisir. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak El Nino tahun 2026. Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri berkomitmen untuk terus mendukung penyediaan informasi atmosfer yang akurat dan tepat waktu guna mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di wilayah Sulawesi Tengah.