- Details
- Written by: Galih Langit Pamungkas, S.Tr.Klim.
- Hits: 397

Halo Sobat Iklim Sulawesi Tengah!
-Salam sehat untuk kita semua-
Sobat Iklim, kini Anda bisa mengetahui kondisi kualitas udara di wilayah Anda sebelum terjadi.
Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri meluncurkan layanan Prakiraan Kualitas Udara untuk seluruh Provinsi Sulawesi Tengah berbasis model WRF-Chem.

Apa saja yang tersedia? 👇
🔹 6 parameter: PM2.5, PM10, CO, NO₂, O₃, dan SO₂
🔹 Peta animasi interaktif dengan resolusi per jam
🔹 Peringatan dini saat udara masuk level Tidak Sehat ke atas
🔹 Daftar kabupaten/kota terdampak
🔹 Laporan PDF harian tiap parameter
🔹 Rekomendasi kesehatan sesuai kategori kualitas udara
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Manfaatnya? Melindungi anak, lansia, dan kelompok rentan; merencanakan kegiatan luar ruangan dan sekolah; serta meningkatkan kewaspadaan saat musim kabut asap.
📌 Akses melalui website resmi kami:
gaw-bariri.bmkg.go.id/prediksi-kualitas-udara
Simpan dan bagikan unggahan ini untuk masyarakat Sulawesi Tengah yang lebih sehat. 🌏
#KualitasUdara #InfoBMKG #BMKG #SulawesiTengah #IklimSulteng #GAWBariri #Palu #PM25 #UdaraBersih #KabutAsap #Karhutla #PrakiraanCuaca #LoreLindu
- Details
- Written by: Mudayu Ekaning Prastiwi, S.Tr.Klim.
- Hits: 553

Kondisi iklim global saat ini dipengaruhi oleh El Niño Moderat dengan indeks SST Niño 3.4 sebesar +1,47, sedangkan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada kondisi netral dan diprakirakan berkembang menjadi positif pada periode September hingga Desember 2026. Kondisi tersebut turut memengaruhi pola curah hujan di wilayah Sulawesi Tengah.
Hingga Dasarian II Juli 2026, sebanyak 18 dari 29 Zona Musim (ZOM) di Sulawesi Tengah masih berada pada musim kemarau, sementara 9 ZOM masih mengalami musim hujan, 1 ZOM mengalami musim hujan sepanjang tahun, dan 1 ZOM mengalami musim kemarau sepanjang tahun. Meskipun sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer yang masih berkembang.
Berdasarkan Peta Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) Dasarian III Juli 2026 yang berlaku pada 21–31 Juli 2026, sebagian besar wilayah Provinsi Sulawesi Tengah berada pada kategori Tidak Ada Peringatan. Namun, beberapa wilayah masuk dalam kategori Waspada, yaitu Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Banggai, dan Toli-Toli. Pada periode ini tidak terdapat wilayah dengan status Siaga maupun Awas, sehingga potensi curah hujan sangat tinggi diprakirakan tidak terjadi. Kategori Waspada menunjukkan potensi akumulasi curah hujan berkisar 150–200 mm per dasarian.
Prospek cuaca harian menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi pada 21–24 Juli serta kembali meningkat pada 30–31 Juli 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Poso, Banggai, Morowali, Buol, dan Toli-Toli. Sementara itu, pada 25–29 Juli 2026 tidak terdapat potensi hujan sedang hingga lebat (nihil), sehingga kondisi cuaca diperkirakan relatif lebih kondusif pada periode tersebut.
Masyarakat, khususnya di wilayah yang berstatus Waspada, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, maupun genangan, terutama di daerah rawan bencana. Informasi peringatan dini ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi, serta masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
- Details
- Written by: Galih Langit Pamungkas, S.Tr.Klim.
- Hits: 387

Pernah kepikiran ngga, berapa banyak aktivitas kita yang bergantung pada info cuaca, iklim, sampai peringatan gempa? 🤔 Mulai dari urusan bawa payung, jadwal panen petani, sampai mitigasi bencana, ada layanan BMKG yang siaga 24/7 di baliknya!
Merayakan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang jatuh pada 21 Juli dengan tema “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, BMKG sekarang udah level up! Ngga cuma mengamati cuaca dan gempa, hilirisasi data BMKG kini jadi pilar ketahanan nasional di berbagai sektor vital, mulai dari transportasi sampai energi.
![]() |
![]() |
Di balik layar, akurasi ini didukung 10.800+ alat canggih se-Indonesia. Datanya diolah Superkomputer "SMONG" dan terintegrasi di sistem Multi-Hazards Early Warning System (MHEWS).
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Hasilnya? Zero dead zone alias konektivitas tanpa putus ke seluruh penjuru! Jadi makin aman kan~
Info BMKG juga bisa bikin makmur, lho. Untuk Sobat Nelayan, ada inovasi INA-WIS yang bisa mendeteksi zona tangkapan ikan potensial selama 10 hari ke depan. Untuk Sobat Petani, info iklim bisa jadi alat penentuan kalender tanam agar tidak gagal panen.
Tapi canggih aja ngga cukup kalau ngga “membumi”. Sains BMKG juga selalu berjalan bersama kearifan lokal seperti Smong, Pranata Mangsa, dan Tudang Sipulung. Buktinya, BMKG ikut terjun langsung gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), Sekolah Lapang Iklim (SLI), dan Sekolah Lapang Gempa (SLG) di ratusan titik untuk edukasi masyarakat langsung.
![]() |
![]() |
![]() |
Mengutip Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, "Teknologi hanyalah sarana. Yang paling utama adalah memastikan setiap informasi yang disampaikan benar-benar dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat."
Jadi, yuk mulai jadikan info cuaca, iklim, dan gempa BMKG sebagai panduan aktivitas harianmu. Bersama BMKG, kita wujudkan Indonesia berdaulat, adil, dan makmur! 🇮🇩
#HMKG79 #BMKGHebat #IndonesiaBerdaulatAdildanMakmur












