

pH air hujan menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air, dengan pH <5,6 tergolong asam, 5,6–7,0 netral, dan >7,0 basa. Pada Juli 2026, pH air hujan di Lore Tengah berkisar 5,29–5,84, sedangkan di Palu 5,31–5,51. Sebagian besar pengamatan tergolong asam, sementara nilai 5,84 di Lore Tengah pada 13 Juli termasuk kategori netral. Variasi pH ini menunjukkan adanya perbedaan karakteristik kimia air hujan yang dapat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan zat terlarut yang terbawa selama proses hujan.
Daya Hantar Listrik (DHL) menunjukkan kemampuan air dalam menghantarkan listrik yang berkaitan dengan kandungan ion atau zat terlarut dalam air hujan, dan dinyatakan dalam µS/cm. Pada Juli 2026, DHL di Lore Tengah berkisar 6,03–146,28 µS/cm, sedangkan di Palu 21,99–70,59 µS/cm. Nilai tertinggi tercatat di Lore Tengah pada 6 Juli sebesar 146,28 µS/cm, sementara di Palu mencapai 70,59 µS/cm pada 27 Juli. Perbedaan nilai tersebut menunjukkan adanya variasi kandungan ion terlarut dalam air hujan antarwaktu dan lokasi pengamatan.