
Hasil pengamatan curah hujan selama Mei 2026 menunjukkan adanya perbedaan kondisi hujan yang cukup signifikan antarwilayah pengamatan. Curah hujan bulanan tertinggi tercatat di Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, dengan akumulasi mencapai 954 mm. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa wilayah Liang mengalami kondisi yang sangat basah selama bulan Mei, seiring tingginya intensitas hujan yang terjadi sepanjang bulan.
Di sisi lain, Bandar Udara Pogogul, Kabupaten Buol, mencatat curah hujan sebesar 0 mm, yang berarti tidak terjadi hujan selama periode pengamatan. Kondisi ini juga tercermin pada jumlah hari hujan yang tercatat 0 hari, sehingga wilayah tersebut mengalami kondisi kering sepanjang bulan Mei.
Berdasarkan jumlah hari hujan, Pandayora, Kabupaten Poso, menjadi wilayah dengan frekuensi hujan tertinggi, yaitu 27 hari hujan. Artinya, hujan terjadi hampir setiap hari selama bulan Mei. Meskipun bukan wilayah dengan akumulasi curah hujan tertinggi, tingginya jumlah hari hujan menunjukkan bahwa hujan berlangsung secara konsisten dengan intensitas yang bervariasi.
Secara umum, kondisi curah hujan pada Mei 2026 menggambarkan distribusi hujan yang tidak merata di wilayah Sulawesi Tengah. Sebagian wilayah mengalami kondisi sangat basah dengan curah hujan tinggi dan frekuensi hujan yang sering, sementara wilayah lainnya mengalami kondisi kering tanpa hujan sama sekali. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor atmosfer, topografi, serta kondisi iklim lokal yang berbeda di setiap wilayah. Informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan sumber daya air, kegiatan pertanian, serta upaya mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kekeringan.