
Hasil pengamatan curah hujan selama Juni 2026 menunjukkan adanya variasi kondisi hujan yang cukup mencolok di berbagai wilayah Sulawesi Tengah. Memasuki awal musim kemarau, sebagian wilayah mulai mengalami penurunan curah hujan. Namun, beberapa daerah masih mencatat akumulasi curah hujan yang tinggi akibat pengaruh kondisi atmosfer dan karakteristik topografi, sehingga distribusi hujan di Sulawesi Tengah masih belum merata.
Curah hujan bulanan tertinggi tercatat di Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, dengan total 620,8 mm yang terjadi dalam 23 hari hujan. Tingginya akumulasi curah hujan tersebut menunjukkan bahwa wilayah ini masih mengalami kondisi basah sepanjang Juni dan berpotensi meningkatkan risiko genangan, banjir lokal, maupun tanah longsor, terutama di daerah dengan kemiringan lereng yang tinggi.
Sebaliknya, curah hujan bulanan terendah tercatat di Sindue, Kabupaten Donggala, dengan akumulasi hanya 5,5 mm selama 7 hari hujan. Meskipun masih terjadi hujan pada beberapa hari, jumlah curah hujan yang sangat rendah menunjukkan bahwa wilayah ini mulai didominasi kondisi yang lebih kering dibandingkan wilayah lainnya.
Berdasarkan jumlah hari hujan, Pandan Wangi, Kabupaten Banggai, mencatat frekuensi hujan tertinggi, yaitu 25 hari hujan dengan total curah hujan 601 mm. Kondisi ini menunjukkan hujan terjadi hampir setiap hari sepanjang bulan, sehingga wilayah tersebut masih berada dalam kondisi yang cukup basah meskipun total curah hujannya sedikit lebih rendah dibandingkan Mamosalato.
Sementara itu, jumlah hari hujan paling sedikit tercatat di Pembuni, Kabupaten Parigi Moutong, yaitu hanya 2 hari hujan dengan total curah hujan 25 mm. Frekuensi hujan yang sangat rendah tersebut mengindikasikan bahwa wilayah ini telah memasuki kondisi yang lebih kering, sejalan dengan mulai berkembangnya musim kemarau di sebagian wilayah Sulawesi Tengah.
Secara umum, kondisi curah hujan di Sulawesi Tengah pada Juni 2026 menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antarwilayah. Wilayah utara dan timur, seperti Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Banggai, masih menerima curah hujan yang relatif tinggi dengan frekuensi hujan yang cukup sering. Sebaliknya, beberapa wilayah di bagian barat dan tengah, seperti Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong, mulai mengalami penurunan curah hujan yang menandakan transisi menuju musim kemarau. Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, sektor pertanian, serta masyarakat dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi maupun dampak kekeringan pada bulan-bulan berikutnya.