2026 07

 

Hasil pengamatan curah hujan selama Juli 2026 menunjukkan bahwa kondisi hujan di Sulawesi Tengah masih bervariasi antarwilayah. Sebagian wilayah masih menerima curah hujan yang cukup tinggi, sementara wilayah lainnya mengalami curah hujan yang rendah. Perbedaan tersebut mencerminkan distribusi hujan yang belum merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Curah hujan bulanan tertinggi tercatat di Cendana Pura, Kabupaten Banggai, dengan total 514 mm yang terjadi dalam 24 hari hujan. Tingginya akumulasi curah hujan tersebut menunjukkan bahwa wilayah ini masih memiliki ketersediaan hujan yang melimpah selama Juli, sehingga perlu mewaspadai potensi genangan, banjir lokal, maupun tanah longsor, terutama pada daerah dengan kondisi topografi yang curam.

Sebaliknya, curah hujan bulanan terendah tercatat di Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut, dengan akumulasi hanya 5,4 mm selama 3 hari hujan. Curah hujan yang sangat rendah tersebut menunjukkan bahwa hujan hanya terjadi sesekali dengan intensitas yang kecil.

Berdasarkan jumlah hari hujan, Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, mencatat frekuensi hujan tertinggi, yaitu 29 hari hujan dengan total curah hujan 361,5 mm. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan terjadi hampir setiap hari sepanjang Juli, meskipun tidak selalu dengan intensitas yang tinggi.

Sementara itu, jumlah hari hujan paling sedikit tercatat di Bulan Jaya, Kabupaten Morowali Utara, dan Tayawa, Kabupaten Tojo Una-Una, yang masing-masing hanya mengalami 1 hari hujan. Bulan Jaya mencatat total curah hujan sebesar 25,2 mm, sedangkan Tayawa sebesar 9 mm. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hujan di kedua wilayah hanya terjadi pada satu kejadian selama periode pengamatan.

Secara umum, kondisi curah hujan di Sulawesi Tengah pada Juli 2026 masih menunjukkan variasi yang cukup besar, baik dari sisi jumlah curah hujan maupun frekuensi hari hujan. Beberapa wilayah masih mengalami hujan dengan intensitas dan frekuensi yang tinggi, sementara wilayah lainnya hanya menerima hujan dalam jumlah yang relatif sedikit. Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, sektor pertanian, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan perencanaan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan oleh kondisi hujan di masing-masing wilayah.