Selama bulan November 2025, kondisi curah hujan dan jumlah hari hujan di wilayah Sulawesi Tengah menunjukkan variasi spasial yang cukup besar berdasarkan data dari seluruh stasiun pengamatan. Beberapa wilayah mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan, sementara sebagian lainnya masih relatif kering dengan frekuensi hujan yang rendah.

Stasiun yang mencatat curah hujan tertinggi pada November 2025 adalah Liang (Kabupaten Banggai Kepulauan) dengan akumulasi curah hujan sebesar 504,2 mm. Nilai ini termasuk dalam kategori sangat tinggi, mencerminkan intensitas hujan yang lebat dan berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir lokal, atau tanah longsor di wilayah dengan topografi curam.

Sebaliknya, curah hujan terendah tercatat di Sindue (Kabupaten Donggala) dengan total hanya 9 mm sepanjang bulan November 2025. Kondisi ini menunjukkan wilayah tersebut cenderung kering, sehingga perlu diwaspadai dampaknya terhadap ketersediaan air tanah dan kegiatan pertanian yang bergantung pada air hujan.

Dari sisi frekuensi, jumlah hari hujan terbanyak tercatat di Salakan (Kabupaten Banggai Kepulauan) sebanyak 26 hari hujan. Artinya, hampir setiap hari wilayah ini mengalami hujan, meskipun intensitasnya bervariasi. Kondisi seperti ini dapat meningkatkan kelembapan tanah dan berdampak terhadap aktivitas pertanian, terutama pada masa pengolahan lahan atau panen.

Sementara itu, hari hujan paling sedikit kembali tercatat di Sindue (Kabupaten Donggala) dengan hanya 3 hari hujan dan curah hujan bulanan sebesar 9 mm.

Perbedaan distribusi curah hujan dan frekuensi hari hujan di Sulawesi Tengah ini mencerminkan adanya variasi iklim lokal yang dipengaruhi oleh faktor topografi, kedekatan dengan pantai, tutupan vegetasi, serta dinamika atmosfer regional. Informasi tersebut sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.

Pemantauan rutin terhadap parameter iklim seperti curah hujan dan hari hujan menjadi langkah strategis untuk memahami pola variabilitas iklim yang terjadi serta sebagai upaya adaptasi terhadap potensi kondisi iklim ekstrem yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.