WhatsApp Image 2026 06 23 at 08.50.05

Palu - Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri turut hadir dalam rapat evaluasi program "Membangun Ketangguhan Masyarakat yang Berkelanjutan untuk Mengurangi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim Berbasis Lanskap di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat" yang digelar oleh Yayasan SHEEP (Society For Health, Education, Environment, and Peace) Indonesia (YSI) bersama berbagai pemangku kepentingan, Senin (22/6/2026).

Rapat yang berlangsung di Kota Palu ini menghadirkan perwakilan dari pemerintah daerah, instansi teknis, dan mitra pembangunan untuk membahas capaian, tantangan, serta rencana lanjutan program yang telah berjalan selama satu setengah tahun, yakni sejak Januari 2025 hingga Desember 2026.

WhatsApp Image 2026 06 23 at 08.50.06 1

Fokus pada Dua Lanskap Berisiko Tinggi

Program ketangguhan yang dijalankan SHEEP Indonesia di Sulawesi Tengah berbasis pada dua lanskap strategis, yaitu Lanskap Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu dan Lanskap Pesisir Pantai Barat Donggala-Palu. Pemilihan kedua lanskap tersebut didasarkan pada tingkat risiko bencana di wilayah ini yang memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Melalui pendekatan berbasis lanskap, program ini berupaya memadukan langkah-langkah pengurangan risiko bencana dengan adaptasi perubahan iklim secara terintegrasi, melibatkan masyarakat lokal sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan jangka panjang.

Peran BMKG dalam Mendukung Program

Dalam forum evaluasi tersebut, SPAG Lore Lindu Bariri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan program melalui penyediaan data dan informasi yang relevan dengan kebutuhan mitigasi bencana dan perubahan iklim. Sebagai unit pelaksana teknis BMKG yang berfokus pada pemantauan atmosfer global, SPAG Lore Lindu Bariri memiliki peran strategis dalam menyediakan data klimatologi, kualitas udara, serta informasi gas rumah kaca yang dapat menjadi rujukan dalam perencanaan adaptasi perubahan iklim di tingkat lanskap maupun masyarakat.

Dukungan data dan informasi ini diharapkan dapat memperkuat basis pengambilan keputusan bagi seluruh pemangku kepentingan program, baik dalam aspek peringatan dini, pemetaan risiko, maupun edukasi masyarakat terkait perubahan iklim dan kebencanaan.

WhatsApp Image 2026 06 23 at 08.50.05 1

Sinergi Multipihak untuk Ketangguhan Berkelanjutan

Rapat evaluasi ini menjadi salah satu wujud sinergi antara lembaga pemerintah, NGO, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan yang berkelanjutan. Kehadiran berbagai instansi dan pemangku kepentingan dalam forum tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah DAS Palu dan pesisir Donggala-Palu.

Dengan dukungan data dan informasi atmosfer dari BMKG, program ini diharapkan dapat terus memperkuat ketangguhan masyarakat Sulawesi Tengah dalam menghadapi ancaman bencana dan dampak perubahan iklim ke depannya.