Logo
BMKG | Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri
  • Beranda
  • Profil
    • Berita Kegiatan
    • Dokumen Publik
      • Akuntabilitas Kinerja
        • Laporan Akuntansi Kinerja Instansi Pemerintah
          • LAKIP 2023
          • LAKIP 2024
          • LAKIP 2025
      • Survei Kepuasan Masyarakat
    • Peralatan Operasional
      • Peta Pos Hujan
    • Struktur Organisasi
      • Visi dan Misi
      • Tugas dan Fungsi
    • Tentang SPAG Lore Lindu Bariri
  • Layanan Publik
    • Layanan Informasi
      • Standar Operasional Prosedur
      • Tarif dan Persyaratan
      • Status Layanan Informasi
    • Maklumat Pelayanan
    • Pengaduan
    • Quiz Literasi Iklim
  • Publikasi
    • Artikel
    • Buletin Bulanan
    • Buletin Musim
    • Buletin Tahunan
    • Buletin GAW Bariri
    • GAW-sarium
    • Kaleidoskop
  • Cuaca
    • Citra Satelit
    • Citra Sebaran Asap
    • Peta Cuaca
    • Peta Titik Panas (Hotspot)
    • Peta Peringatan Dini Kebakaran Hutan dan Lahan
    • Peta Gelombang
    • Potensi Hujan
    • Prakiraan Cuaca Skala Kecamatan/Kelurahan
  • Iklim
    • Analisis Iklim
      • Analisis Hujan Bulanan
      • Analisis Hujan Dasarian
    • Fakta Perubahan Iklim
    • Prakiraan Iklim
      • Prakiraan Musim
        • Prakiraan Musim Kemarau
        • Prakiraan Musim Hujan
      • Prakiraan Hujan Bulanan
      • Prakiraan Hujan Dasarian
    • Peringatan Dini Iklim Ekstrem
    • Proyeksi Curah Hujan
    • Peta Normal Curah Hujan 1991-2020
    • Tingkat Ketersediaan Air Bagi Tanaman
  • Kualitas Udara
    • Aerosol Optical Depth
    • Gas Rumah Kaca
      • Karbon Dioksida
      • Methana
    • Kimia Air Hujan
    • Ozon
      • Total Kolom Ozon
    • Particulate Matter (PM2.5 dan PM10)
      • Analisis PM
  • Gempa Bumi
    • Gempa Dirasakan
    • Gempa Terkini (M ≥ 5.0)
  • Kontak Kami

Analisis Curah Hujan dan Hari Hujan Bulan Januari 2026 di Sulawesi Tengah

Details
Written by: Administrator
Published: 05 February 2026
Hits: 786

 

Selama bulan Januari 2026, kondisi curah hujan dan jumlah hari hujan di wilayah Sulawesi Tengah menunjukkan variasi spasial yang cukup besar berdasarkan data dari seluruh stasiun pengamatan. Beberapa wilayah mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan, sementara sebagian lainnya masih relatif kering dengan frekuensi hujan yang rendah.

Read more …

Analisis Curah Hujan dan Hari Hujan Bulan Desember 2025 di Sulawesi Tengah

Details
Written by: Administrator
Published: 12 January 2026
Hits: 562

Selama bulan Desember 2025, kondisi curah hujan dan jumlah hari hujan di wilayah Sulawesi Tengah menunjukkan variasi spasial yang cukup besar berdasarkan data dari seluruh stasiun pengamatan. Beberapa wilayah mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan, sementara sebagian lainnya masih relatif kering dengan frekuensi hujan yang rendah.

Stasiun yang mencatat curah hujan tertinggi pada Desember 2025 adalah Pamona Barat (Kabupaten Poso) dengan akumulasi curah hujan sebesar 617 mm. Nilai ini termasuk dalam kategori sangat tinggi, mencerminkan intensitas hujan yang lebat dan berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir lokal, atau tanah longsor di wilayah dengan topografi curam.

Sebaliknya, curah hujan terendah tercatat di Toribulu (Kabupaten Parigi Moutong) dengan total hanya 5 mm sepanjang bulan Desember 2025. Kondisi ini menunjukkan wilayah tersebut cenderung kering, sehingga perlu diwaspadai dampaknya terhadap ketersediaan air tanah dan kegiatan pertanian yang bergantung pada air hujan.

Dari sisi frekuensi, jumlah hari hujan terbanyak tercatat di Umpanga (Kabupaten Morowali) sebanyak 25 hari hujan. Artinya, hampir setiap hari wilayah ini mengalami hujan, meskipun intensitasnya bervariasi. Kondisi seperti ini dapat meningkatkan kelembapan tanah dan berdampak terhadap aktivitas pertanian, terutama pada masa pengolahan lahan atau panen.

Sementara itu, hari hujan paling sedikit kembali tercatat di Siniu (Kabupaten Parigi Moutong) dengan hanya 1 hari hujan dan curah hujan bulanan sebesar 5 mm.

Perbedaan distribusi curah hujan dan frekuensi hari hujan di Sulawesi Tengah ini mencerminkan adanya variasi iklim lokal yang dipengaruhi oleh faktor topografi, kedekatan dengan pantai, tutupan vegetasi, serta dinamika atmosfer regional. Informasi tersebut sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.

Pemantauan rutin terhadap parameter iklim seperti curah hujan dan hari hujan menjadi langkah strategis untuk memahami pola variabilitas iklim yang terjadi serta sebagai upaya adaptasi terhadap potensi kondisi iklim ekstrem yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Analisis Curah Hujan dan Hari Hujan Bulan November 2025 di Sulawesi Tengah

Details
Written by: Administrator
Published: 15 December 2025
Hits: 815

Selama bulan November 2025, kondisi curah hujan dan jumlah hari hujan di wilayah Sulawesi Tengah menunjukkan variasi spasial yang cukup besar berdasarkan data dari seluruh stasiun pengamatan. Beberapa wilayah mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan, sementara sebagian lainnya masih relatif kering dengan frekuensi hujan yang rendah.

Stasiun yang mencatat curah hujan tertinggi pada November 2025 adalah Liang (Kabupaten Banggai Kepulauan) dengan akumulasi curah hujan sebesar 504,2 mm. Nilai ini termasuk dalam kategori sangat tinggi, mencerminkan intensitas hujan yang lebat dan berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir lokal, atau tanah longsor di wilayah dengan topografi curam.

Sebaliknya, curah hujan terendah tercatat di Sindue (Kabupaten Donggala) dengan total hanya 9 mm sepanjang bulan November 2025. Kondisi ini menunjukkan wilayah tersebut cenderung kering, sehingga perlu diwaspadai dampaknya terhadap ketersediaan air tanah dan kegiatan pertanian yang bergantung pada air hujan.

Dari sisi frekuensi, jumlah hari hujan terbanyak tercatat di Salakan (Kabupaten Banggai Kepulauan) sebanyak 26 hari hujan. Artinya, hampir setiap hari wilayah ini mengalami hujan, meskipun intensitasnya bervariasi. Kondisi seperti ini dapat meningkatkan kelembapan tanah dan berdampak terhadap aktivitas pertanian, terutama pada masa pengolahan lahan atau panen.

Sementara itu, hari hujan paling sedikit kembali tercatat di Sindue (Kabupaten Donggala) dengan hanya 3 hari hujan dan curah hujan bulanan sebesar 9 mm.

Perbedaan distribusi curah hujan dan frekuensi hari hujan di Sulawesi Tengah ini mencerminkan adanya variasi iklim lokal yang dipengaruhi oleh faktor topografi, kedekatan dengan pantai, tutupan vegetasi, serta dinamika atmosfer regional. Informasi tersebut sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.

Pemantauan rutin terhadap parameter iklim seperti curah hujan dan hari hujan menjadi langkah strategis untuk memahami pola variabilitas iklim yang terjadi serta sebagai upaya adaptasi terhadap potensi kondisi iklim ekstrem yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Page 2 of 5

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Postingan Terbaru

  • Analisis Curah Hujan dan Hari Hujan Bulan April 2026 di Sulawesi Tengah

  • Analisis Curah Hujan dan Hari Hujan Bulan Maret 2026 di Sulawesi Tengah

  • Analisis Curah Hujan dan Hari Hujan Bulan Februari 2026 di Sulawesi Tengah

  • Analisis Curah Hujan dan Hari Hujan Bulan Januari 2026 di Sulawesi Tengah

  • Analisis Curah Hujan dan Hari Hujan Bulan Desember 2025 di Sulawesi Tengah

Tentang Kami

Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri merupakan Unit Pelaksana Teknis BMKG

yang menangani kualitas udara dan informasi iklim di Sulawesi Tengah.

EMAIL : stagaw.lorelindubariri.bmkg.go.id

WHATSAPP : (+62) 821-8486-6353

  • Whatsapp Kami
  • DM Instagram Kami