
Palu, 21 April 2026 – Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Sulawesi Tengah, yang berlaku pada dasarian III April (21 – 30 Februari 2026).
Klasifikasi peringatan dini curah hujan tinggi ini mengacu pada beberapa kriteria seperti kondisi iklim global, kondisi iklim lokal, normal hujan dan suhu permukaan laut di perairan sekitar. Berdasarkan pantauan BMKG Provinsi Sulawesi Tengah, hingga 20 April 2026, beberapa wilayah di Sulawesi Tengah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi adalah sebagai berikut:
- Kabupaten Sigi
- Kabupaten Donggala
- Kabupaten Poso
- Kabupaten Tojo Una-Una
- Kabupaten Morowali Utara
- Kabupaten Tojo Una - Una
Berdasarkan kriteria peringatan dini curah hujan tinggi yang sudah disebutkan di atas dan hasil running model prakiraan curah hujan, pada dasarian III April 2026 (Tanggal 21 – 30 April) terdapat adanya potensi curah hujan tinggi dengan kategori waspada di beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah. Kategori waspada ini bisa diartikan sebuah wilayah diperkirakan mengalami curah hujan dengan kemungkinan lebih besar dibandingkan dengan wilayah yang berada pada kategori tidak ada peringatan.
Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi dapat menimbulkan berbagai dampak signifikan terhadap lingkungan, infrastruktur, serta aktivitas masyarakat. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan limpasan air permukaan yang berujung pada terjadinya banjir dan genangan, terutama pada wilayah dengan sistem drainase yang kurang optimal. Selain itu, curah hujan yang cukup tinggi juga meningkatkan risiko tanah longsor pada daerah dengan topografi curam serta memicu erosi tanah yang dapat menurunkan kualitas lahan dan mempercepat sedimentasi di badan sungai.
Selain itu, curah hujan yang cukup tinggi dapat mengganggu aktivitas transportasi serta merusak fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan permukiman. Pada sektor pertambangan, khususnya pertambangan nikel, kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan pada area kerja, mengganggu sistem drainase tambang, meningkatkan risiko longsor lereng, serta menurunkan efisiensi operasional alat berat. Di sisi lain, dampak terhadap kesehatan masyarakat juga perlu diwaspadai, antara lain meningkatnya risiko penyakit berbasis air seperti diare, penyakit saluran pernapasan akibat kondisi lingkungan yang lembap, serta penyakit berbasis vektor seperti demam berdarah dengue akibat genangan air.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, informasi peringatan dini curah hujan tinggi ini diharapkan dapat menjadi bahan kewaspadaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat, serta menjadi pertimbangan dalam pengambilan langkah-langkah mitigasi guna meminimalkan dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan akibat curah hujan tinggi.