Pengertian Siklon Tropis

Siklon tropis adalah sistem badai atmosfer bertekanan rendah yang terbentuk di atas perairan tropis atau subtropis yang hangat, dengan sirkulasi angin yang terorganisir dan berputar mengelilingi pusat tekanan rendah. Sistem ini umumnya disertai awan konvektif tebal, hujan lebat, dan angin kencang.

Di wilayah berbeda, siklon tropis memiliki sebutan yang berbeda:

  • Hurricane → Atlantik & Pasifik Timur

  • Typhoon → Pasifik Barat

  • Cyclone → Samudra Hindia & Australia

Indonesia berada dekat ekuator sehingga jarang dilalui langsung siklon tropis, tetapi sering terdampak tidak langsung.

Syarat Terbentuknya Siklon Tropis

Siklon tropis tidak terbentuk secara sembarangan. Beberapa kondisi utama yang diperlukan antara lain:

  1. Suhu permukaan laut ≥ 26–27°C hingga kedalaman ±50–60 meter

  2. Atmosfer labil (mendukung pertumbuhan awan konvektif)

  3. Gangguan awal atmosfer, seperti daerah belokan angin atau gelombang tropis

  4. Geseran angin vertikal (vertical wind shear) yang lemah

  5. Gaya Coriolis cukup, sehingga umumnya terbentuk di lintang >5° dari ekuator

Karena pengaruh Coriolis sangat lemah di ekuator, Indonesia hampir tidak pernah menjadi lokasi pembentukan siklon tropis.

Struktur Siklon Tropis

Siklon tropis memiliki struktur khas, yaitu:

  • Mata siklon (eye)
    Daerah relatif tenang di pusat sistem dengan tekanan udara terendah

  • Dinding mata (eyewall)
    Area paling berbahaya, dengan angin paling kencang dan hujan paling lebat

  • Pita hujan (rainbands)
    Awan dan hujan spiral yang mengelilingi pusat siklon

Klasifikasi Siklon Tropis

Berdasarkan kecepatan angin maksimum (mengacu pada standar internasional):

  • Depresi Tropis: < 34 knot

  • Badai Tropis: 34–63 knot

  • Siklon Tropis / Typhoon / Hurricane: ≥ 64 knot

BMKG menggunakan klasifikasi ini untuk pemantauan sistem tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Dampak Siklon Tropis terhadap Indonesia

Meskipun jarang melintas langsung, siklon tropis dapat menyebabkan dampak signifikan, antara lain:

  • Hujan lebat hingga ekstrem → banjir dan longsor

  • Angin kencang → kerusakan bangunan dan pohon tumbang

  • Gelombang tinggi dan rob → berbahaya bagi pelayaran dan nelayan

  • Perubahan pola cuaca regional, termasuk penguatan monsun

Contoh nyata adalah pengaruh siklon tropis di selatan Indonesia (Samudra Hindia) yang sering meningkatkan curah hujan di Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara—hal yang sangat relevan dengan pekerjaanmu sebagai forecaster.

Pentingnya Monitoring Siklon Tropis

Pemantauan siklon tropis sangat penting untuk:

  • Peringatan dini cuaca ekstrem

  • Mitigasi bencana hidrometeorologi

  • Perlindungan sektor pertanian, perikanan, dan transportasi laut

BMKG bekerja sama dengan lembaga internasional seperti WMO dan TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) untuk memantau dan menyebarkan informasi siklon tropis.

Daftar Pustaka

  1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Siklon Tropis.
    https://www.bmkg.go.id

  2. World Meteorological Organization (WMO). Tropical Cyclones.
    https://www.wmo.int

  3. Australian Bureau of Meteorology (BoM). Tropical Cyclone Knowledge Centre.
    https://www.bom.gov.au/cyclone

  4. Emanuel, K. (2005). Divine Wind: The History and Science of Hurricanes. MIT Press.