Palu, 10 Januari 2026 — Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan dan Ketahanan Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh Solidaritas Perempuan (SP) Palu.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perempuan nelayan dan pesisir serta perempuan muda di Desa Fatufia, Labota, dan Bahomakmur, Kabupaten Morowali, dalam memahami risiko bencana akibat perubahan iklim. Pelatihan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di D’Kalora Hotel & Resort, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan BMKG menyampaikan materi berjudul “Analisis dan Risiko Bencana Iklim Akibat Masifnya Pertambangan dan Industri Nikel di Morowali”. Materi ini membahas keterkaitan antara perubahan iklim, aktivitas industri ekstraktif, serta potensi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah pesisir dan kawasan industri.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, serta kebutuhan informasi iklim yang relevan dengan kondisi wilayah mereka. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan diskusi selama kegiatan berlangsung.

Keikutsertaan BMKG sebagai narasumber merupakan bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan literasi iklim dan penguatan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok perempuan, agar lebih siap dan tangguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan risiko bencana di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan informasi meteorologi dan klimatologi yang disampaikan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan, perencanaan adaptasi, serta upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.