Palu, 14 Januari 2026 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas pengamat pos hujan dan penanggung jawab alat otomatis, Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri mengadakan sosialisasi secara virtual melalui kegiatan Refreshment Pengamat Pos Hujan Kerjasama dan Penanggung Jawab Alat Otomatis di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Bapak Asep Firman Ilahi, S.Stat., M.Si, yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa data curah hujan yang akurat dan berkelanjutan merupakan dasar penting dalam berbagai analisis iklim dan lingkungan, serta menjadi salah satu komponen utama dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa peran pengamat pos hujan di lapangan sangat strategis dalam menjamin kualitas, konsistensi, dan kontinuitas data pengamatan, sehingga diperlukan komitmen, ketelitian, serta pemahaman teknis yang baik dalam setiap proses pengukuran dan pelaporan data.

Sebanyak 40 pengamat pos hujan kerjasama dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat dari tingkat keaktifan yang tinggi sepanjang pelaksanaan kegiatan khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta secara aktif menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman pengamatan di lapangan, serta mendiskusikan berbagai kendala teknis dan upaya peningkatan kualitas pengukuran curah hujan.

Sebagai penutup, panitia menyelenggarakan kuis berhadiah untuk menguji pemahaman peserta sekaligus mendorong penerapan materi dalam kegiatan sehari-hari. Suasana sesi kuis berlangsung hangat dan interaktif, terlihat dari semangat peserta yang begitu tinggi dalam menjawab pertanyaan. Adapun pemenang quiz kali ini adalah:

  1. Ibu Bilha, Pengamat Pos Hujan Cempa

  2. Ibu Silvy Setia Sari, Pengamat Pos Hujan Tanimpo

  3. Bapak Eko Pujianto, Pengamat Pos Hujan Nuhon

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para pengamat pos hujan untuk terus menjaga ketelitian, konsistensi, dan kualitas data pengamatan, yang pada akhirnya berperan penting dalam mendukung pemantauan iklim serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi di Sulawesi Tengah.