Picture1

Palu — Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri mewakili Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sulawesi Tengah (BMKG Sulteng) dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan Perlindungan Hutan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan pada 22 – 23 Juni oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah di Grand Sya Hotel Palu. Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan perlindungan hutan di Sulawesi Tengah, terutama di tengah meningkatnya tantangan deforestasi, degradasi hutan, alih fungsi lahan, serta dampak perubahan iklim.

Rapat tersebut menghadirkan berbagai unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media, serta pemangku kepentingan terkait. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa perlindungan hutan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi, pertukaran data, serta kesepahaman bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan di Sulawesi Tengah.

WhatsApp Image 2026 06 23 at 10.05.02

Dalam kegiatan tersebut, beberapa pokok pembahasan diarahkan pada penguatan program perlindungan hutan, tantangan penegakan hukum kehutanan, mekanisme penertiban kawasan hutan, serta sinkronisasi program pusat, daerah, dan lintas sektor. Selain itu, pembahasan juga menekankan pentingnya tindak lanjut hasil patroli pada sejumlah Kesatuan Pengelolaan Hutan sebagai bagian dari mitigasi perlindungan hutan di wilayah Sulawesi Tengah.

Melalui keikutsertaan dalam forum koordinasi ini, BMKG Sulteng berperan dalam dalam memberikan paparan mengenai “Ancaman Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Serta Mitigasi”. Hal ini merupakan sebuah bentuk komitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan hutan yang lebih adaptif, berbasis data, serta responsif terhadap tantangan perubahan iklim di Sulawesi Tengah.

WhatsApp Image 2026 06 23 at 10.04.58

BMKG Sulteng melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri memandang kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi data dan informasi iklim, cuaca, serta atmosfer untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan perlindungan hutan. Informasi meteorologi, klimatologi, dan kualitas udara memiliki peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan, terutama terkait potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, perubahan pola musim, serta risiko lingkungan lainnya. Dengan adanya kolaborasi yang baik ini, perlindungan hutan di Sulawesi Tengah diharapkan semakin efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan.