pdci

Kondisi iklim global saat ini dipengaruhi oleh El Niño Moderat dengan indeks SST Niño 3.4 sebesar +1,47, sedangkan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada kondisi netral dan diprakirakan berkembang menjadi positif pada periode September hingga Desember 2026. Kondisi tersebut turut memengaruhi pola curah hujan di wilayah Sulawesi Tengah.

Hingga Dasarian II Juli 2026, sebanyak 18 dari 29 Zona Musim (ZOM) di Sulawesi Tengah masih berada pada musim kemarau, sementara 9 ZOM masih mengalami musim hujan, 1 ZOM mengalami musim hujan sepanjang tahun, dan 1 ZOM mengalami musim kemarau sepanjang tahun. Meskipun sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer yang masih berkembang.

Berdasarkan Peta Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) Dasarian III Juli 2026 yang berlaku pada 21–31 Juli 2026, sebagian besar wilayah Provinsi Sulawesi Tengah berada pada kategori Tidak Ada Peringatan. Namun, beberapa wilayah masuk dalam kategori Waspada, yaitu Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Banggai, dan Toli-Toli. Pada periode ini tidak terdapat wilayah dengan status Siaga maupun Awas, sehingga potensi curah hujan sangat tinggi diprakirakan tidak terjadi. Kategori Waspada menunjukkan potensi akumulasi curah hujan berkisar 150–200 mm per dasarian.

Prospek cuaca harian menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi pada 21–24 Juli serta kembali meningkat pada 30–31 Juli 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Poso, Banggai, Morowali, Buol, dan Toli-Toli. Sementara itu, pada 25–29 Juli 2026 tidak terdapat potensi hujan sedang hingga lebat (nihil), sehingga kondisi cuaca diperkirakan relatif lebih kondusif pada periode tersebut.

Masyarakat, khususnya di wilayah yang berstatus Waspada, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, maupun genangan, terutama di daerah rawan bencana. Informasi peringatan dini ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi, serta masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.