
1. Temperatur Udara
Grafik berikut adalah Klimatologi Distribusi Temperatur Harian untuk Kota Palu, yang mengagregasikan seluruh data dari tahun 1976 hingga 2025 ke dalam siklus 12 bulan (Januari hingga Desember).
- Puncak Suhu (Periode Panas):
Secara klimatologis, Palu mengalami suhu terpanas (baik secara median maupun ekstrem persentil 90th) pada bulan April-Mei dan kemudian memuncak lagi di bulan Oktober. Pada bulan-bulan ini, Median Suhu Maksimum mendekati atau melampaui 33.5°C, dengan batas persentil atas yang bisa menyentuh angka 35°C hingga 36°C.
- Periode "Sejuk" (Relatif):
Penurunan suhu yang paling kentara terjadi pada pertengahan tahun, yaitu bulan Juli dan Agustus. Pada bulan-bulan ini, median suhu maksimum (Tx) turun hingga kisaran 32.5°C, dan suhu minimum (Tn) juga mencapai titik terendahnya di sekitar 23°C. Ini sering kali berkaitan dengan kuatnya hembusan angin monsun tenggara yang sifatnya lebih kering namun tidak sepanas matahari yang berada tepat di ekuator.
- Stabilitas Suhu Palu:
Rentang pita (baik biru, hijau, maupun merah) sangat konsisten lebarnya dari bulan ke bulan. Jarak antara suhu terdingin di malam hari (Tn sekitar 23°C) dan suhu terpanas di siang hari (Tx sekitar 33°C) menunjukkan amplitudo suhu harian yang cukup lebar (sekitar 10 derajat), yang merupakan karakteristik khas dari lembah yang diapit pegunungan dekat wilayah pesisir tropis.
2. Curah Hujan
Grafik berikut adalah Klimatologi Distribusi Curah Hujan Harian untuk Kota Palu, yang mengagregasikan seluruh data dari tahun 1976 hingga 2025 ke dalam siklus 12 bulan (Januari hingga Desember).

Dari kurva rata-rata di atas, garis hijau tua mengonfirmasikan bahwa Palu memiliki pola hujan ekuatorial yang sangat unik dan cenderung berkebalikan dengan sebagian besar wilayah lainnya di Sulteng.
- Musim Basah (Wet Season)
Curah hujan justru merangkak naik mulai bulan Mei hingga September, dengan puncaknya jatuh di sekitar bulan Juli (rata-rata curah hujan mencapai ~87 mm/bulan).
- Musim Kering (Dry Season)
Periode yang biasanya menjadi puncak musim hujan di daerah Jawa/Sumatera (seperti Desember, Januari, Februari) justru menjadi periode paling kering di Palu. Titik terendah curah hujan secara klimatologis jatuh di bulan Februari (rata-rata hanya ~38 mm/bulan).
Warna abu-abu kehijauan (gelap dan terang) pada grafik menunjukkan distribusi data secara historis (rentang persentil 25-75th dan 10-90th). Meskipun bulan Juli adalah puncak musim hujan, lebar pitanya menunjukkan bahwa masih ada probabilitas bulan Juli di tahun tertentu terasa cukup kering (batas bawah pita) akibat anomali iklim seperti El Niño.
3. Peluang Curah Hujan
Dalam gambar berikut, definisi Hari Hujan menggunakan standar BMKG di mana suatu hari dianggap sebagai "hari hujan" jika curah hujan yang tercatat lebih dari atau sama dengan 0.25 mm. Perhitungan Probabilitas dihitung setiap hari dalam setahun (1 Januari hingga 31 Desember), persentase historis dihitung seberapa sering hujan turun pada tanggal tersebut dari tahun 1976 hingga 2025. Filter Gaussian smoothing digunakan agar kurvanya membentuk pita yang mulus dan mudah dibaca.
Grafik ini dengan sangat jelas memvalidasi status Lembah Palu sebagai salah satu kawasan terkering di Indonesia (berada di daerah bayang-bayang hujan atau rain shadow). Karena probabilitas hujan tertingginya saja hanya sekitar 54% (hampir fifty-fifty), cuaca di wilayah ini cenderung kering dan butuh strategi irigasi pertanian yang konsisten karena tidak ada "musim hujan" yang benar-benar menjamin ketersediaan air yang melimpah secara terus-menerus setiap harinya.

1. Tren Peluang Hujan Sepanjang Tahun (Garis Hitam & Area Hijau)
Stabilitas Curah Hujan: Grafik ini menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki peluang hujan yang relatif merata dan stabil sepanjang tahun. Probabilitasnya tidak pernah benar-benar anjlok mendekati 0% (kemarau ekstrem) dan tidak pernah melonjak mendekati 100% (musim hujan ekstrem yang tiada henti). Seluruh garis berada dalam rentang sempit antara 37% hingga 54%.
- Puncak Peluang Hujan:
Titik probabilitas hujan tertinggi jatuh pada pertengahan tahun, ditandai pada 13 Juni dengan peluang 54%. Artinya, pada pertengahan Juni, dari 10 hari, rata-rata sekitar 5 hingga 6 hari akan turun hujan.
- Titik Terkering:
Titik dengan peluang hujan terendah justru jatuh di akhir tahun, ditandai pada 14 Desember dengan peluang 37%. Ini cukup unik dan merupakan anomali dari pola monsun Indonesia pada umumnya yang biasanya mengalami puncak hujan di bulan Desember-Januari.
2. Klasifikasi Musim (Bar di Bagian Atas)
Bilah di bagian paling atas grafik mengklasifikasikan waktu ke dalam dua musim secara relatif berdasarkan batas rata-rata peluang curah hujan:
- Musim Basah (Wet)
Terbagi menjadi dua periode. Periode terpanjang membentang dari awal tahun (Januari) hingga pertengahan Juli. Periode kedua dimulai dari akhir Oktober hingga akhir tahun.
- Musim Kering (Dry)
Berlangsung cukup singkat, yaitu dari pertengahan Juli hingga akhir Oktober. Pada periode ini, kurva peluang hujan mengalami penurunan, menandakan hari-hari yang lebih sering cerah atau berawan tanpa presipitasi.
4. Kenyamanan Termal (Temperature Heat Index/THI)
Grafik berikut adalah Klimatologi Distribusi Kenyamanan Termal untuk Kota Palu, yang mengagregasikan seluruh data dari tahun 1976 hingga 2025 ke dalam siklus 12 bulan (Januari hingga Desember).

- Dominasi Rasa "Miserable" & "Oppressive"
Secara persentase waktu, warga Palu hampir tidak pernah merasakan rentang suhu yang benar-benar diklasifikasikan sebagai "Comfortable" (Nyaman) sepanjang tahun.
- Puncak Ketidaknyamanan (Mei & Oktober-November)
Periode ketidaknyaman (miserable) memuncak hampir 80% probabilitas, di rentang bulan April-Mei, dan kembali naik di bulan Oktober-November. Hal ini selaras dengan grafik suhu sebelumnya di mana bulan-bulan ini memiliki temperatur rata-rata tertinggi.
- Bulan Paling "Nyaman" (Juli-Agustus)
Probabilitas hari-hari terasa miserable turun drastis (hingga di bawah 50%) pada bulan Juli dan Agustus. Pada bulan-bulan ini, meskipun cuaca terhitung basah/hujan, hembusan angin dan suhu yang relatif lebih sejuk membuat indeks THI bergeser ke kategori Oppressive (Pink) dan Muggy (Peach).
5. Hari Berangin Kencang
Grafik berikut adalah Klimatologi Kecepatan Angin rata-rata Harian untuk Kota Palu, yang mengagregasikan seluruh data dari tahun 1976 hingga 2025 ke dalam siklus 12 bulan (Januari hingga Desember). Data telah dikonversi menjadi Kilometer per Jam (kph) (1 knot = 1.852 kph).

Berdasarkan analisis data, kecepatan angin di Palu cenderung lebih tinggi pada awal tahun (memuncak di bulan Maret) dan akhir tahun (kembali naik di bulan Oktober-November), sedangkan pertengahan tahun (sekitar bulan Juni-Juli) merupakan periode yang paling tenang/calm.