
Pada 18 April 2026, kualitas udara di Kota Palu tercatat menurun. Konsentrasi PM2.5 mencapai 57 µg/m³ dan PM10 sebesar 68 µg/m³. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah partikel halus di udara meningkat, sehingga masyarakat perlu lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Dalam pemberitaan hari itu, warga juga diimbau untuk memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Partikel PM2.5 dan PM10 adalah debu atau partikel sangat kecil yang melayang di udara. PM2.5 lebih berbahaya karena ukurannya lebih halus, sehingga bisa masuk lebih dalam ke saluran pernapasan. Menurut WHO, paparan polusi udara seperti ini dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya, terutama jika paparan terjadi terus-menerus.
Bagi masyarakat, dampak yang paling mudah dirasakan biasanya berupa mata perih, tenggorokan kering, batuk, hidung terasa tidak nyaman, hingga sesak napas ringan. Kelompok yang perlu lebih berhati-hati adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki riwayat asma atau gangguan paru-paru. Karena itu, saat kualitas udara menurun seperti pada 18 April 2026, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas luar ruangan yang terlalu lama, terutama pada kelompok rentan.
Peningkatan partikel di udara tidak hanya dipengaruhi oleh sumber pencemar, tetapi juga oleh kondisi cuaca. Saat angin lemah, udara dekat permukaan menjadi kurang mampu menyebarkan polutan. Dalam kondisi seperti ini, partikel dari kendaraan, debu jalanan, pembakaran terbuka, dan sumber emisi lainnya lebih mudah menumpuk di udara sekitar permukaan tempat masyarakat beraktivitas.
Dengan demikian, kejadian pada 18 April 2026 dapat dipahami sebagai peringatan bahwa penurunan kualitas udara bukan sekadar angka hasil pengamatan, tetapi kondisi yang bisa berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Oleh sebab itu, informasi kualitas udara harian sangat penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas, menggunakan masker bila diperlukan, dan lebih melindungi kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara.