
Sigi, 6 Mei 2026 – Forum Kemitraan Multipihak (FKMP) Sigi Hijau menggelar kegiatan Coffee Morning Series bertema “Bincang Iklim untuk Ketangguhan Petani” yang berlangsung di La Toratima, Kalukubula, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini merupakan pertemuan rutin triwulan yang bertujuan memperkuat sinergi antar mitra pembangunan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sigi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sigi, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bapperida Kabupaten Sigi, serta berbagai mitra pembangunan dan instansi terkait. Dalam sambutannya, Bupati Sigi menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian melalui strategi hilirisasi komoditas unggulan daerah, seperti durian, jagung, kakao, dan kopi. Upaya hilirisasi dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Sigi.

Sementara itu, materi terkait kondisi iklim disampaikan oleh Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi, S.Stat., M.Si. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan fenomena El Nino yang sedang berlangsung serta proyeksi puncak musim kemarau di wilayah Sulawesi Tengah. Ia menyampaikan bahwa El Nino berpotensi menurunkan curah hujan sehingga perlu diantisipasi oleh sektor pertanian. Namun demikian, kondisi ini juga dapat memberikan manfaat, antara lain mendukung proses pengeringan hasil panen dan mengurangi kelembapan yang berpotensi memicu penyakit tanaman.
Lebih lanjut, BMKG mendorong pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar dalam perencanaan kegiatan pertanian, sehingga petani dapat beradaptasi dengan lebih baik terhadap perubahan dan variabilitas iklim. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan masukan dari peserta, termasuk DPRD, Dinas Pertanian, dan Bapperida, terkait strategi adaptasi serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan iklim.
Melalui kegiatan ini, FKMP Sigi Hijau diharapkan dapat terus menjadi wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim.