WhatsApp Image 2026 07 07 at 12.24.59

Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri kembali menegaskan komitmennya dalam menjembatani sains atmosfer dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kali ini, BMKG Bariri hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Diskusi Publik dengan tema "Dampak Perubahan Iklim terhadap Masyarakat Pesisir dan Strategi Adaptasi Berbasis Masyarakat", yang digelar di Balai Pertemuan Desa Pomolulu, Kecamatan Balaesang Tanjung.

Kegiatan yang diinisiasi melalui kolaborasi Perkumpulan IMUNITAS Sulawesi Tengah dan Caritas Germany ini secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Pomolulu, Jufriyanto, ST. Dalam sambutannya, Jufriyanto menyampaikan harapan besarnya terhadap kelangsungan edukasi ini bagi warganya. "Semoga BMKG menjadi jembatan masyarakat untuk semakin adaptif terhadap perubahan iklim," ujarnya di hadapan seluruh hadirin.

Diskusi publik ini dihadiri oleh total 40 orang peserta yang antusias, terdiri dari kelompok petani, nelayan, serta perangkat desa yang berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Balaesang Tanjung, termasuk Desa Pomolulu, Desa Palau, Desa Manimbaya, dan Desa Rano. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi variabilitas iklim yang mulai berdampak langsung pada mata pencaharian mereka.

Menurunkan Kapasitas Ilmiah Menjadi Edukasi Praktis

Untuk memastikan materi yang bersifat teknis dapat dipahami dengan baik oleh kapasitas audiens pesisir, BMKG Bariri mengutus dua Pejabat Fungsional Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama sebagai pemateri, yaitu Rheinhart Christian Hamonangan Hutauruk, S.Tr, M.Si dan Hermanto Asima Nainggolan, S.Tr. Pemaparan dibagi menjadi tiga sub-bahasan krusial yang menyentuh aktivitas harian warga:

1. Dinamika Atmosfer dan Fenomena Iklim Global

Pemateri membedah fenomena iklim makro seperti indikator El Niño Moderat (Niño 3.4) dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini memengaruhi sirkulasi cuaca nasional. Dijelaskan pula secara sederhana mengapa hujan lebat sesekali masih terjadi di wilayah Sulawesi Tengah meskipun sinyal kemarau atau El Niño mulai menguat. Hal ini disebabkan oleh pengaruh konvektif lokal Teluk Palu serta topografi kompleks pegunungan sekitar yang memicu pembentukan awan hujan jangka pendek.

2. Panduan Membaca Peta Curah Hujan dalam Buletin KLIKK

Bagian inti dari edukasi taktis ini adalah melatih warga untuk membaca dan memahami Buletin KLIKK (Kumpulan Informasi Klimatologi dan Kualitas Udara) bulanan yang diterbitkan oleh stasiun. Warga diajarkan untuk jeli membedakan dua produk peta utama:

- Peta Prakiraan Deterministik: Peta yang memprediksi perkiraan jumlah air hujan yang akan turun (dalam satuan milimeter) untuk mengantisipasi potensi genangan atau kebutuhan air irigasi pertanian.

- Peta Prakiraan Probabilistik: Peta yang menunjukkan tingkat keyakinan atau besarnya peluang (dalam persentase %) terjadinya curah hujan yang melewati ambang batas tertentu, membantu nelayan memutuskan tingkat risiko keselamatan sebelum melaut.

WhatsApp Image 2026 07 07 at 12.25.01 1

3. Monitoring Kualitas Udara dan Kualitas Lingkungan

Selain parameter iklim, warga juga dibekali pemahaman mengenai hasil pemantauan kualitas udara (PM2.5 dan PM10) yang diukur secara real-time, tingkat bahaya paparan sinar matahari (Indeks UV maksimum harian), pemantauan total ozon atmosfer (Total Column Ozone), hingga derajat keasaman (pH) serta Daya Hantar Listrik (DHL) air hujan guna memantau indikator hujan asam di wilayah tangkapan air desa.

Aksi Adaptasi Berkelanjutan

Diskusi berjalan secara interaktif dengan banyaknya tanya jawab dari para nelayan dan petani mengenai strategi penentuan waktu menjemur ikan, waktu melaut yang aman di tengah fluktuasi kecepatan angin gusty, serta pola tanam yang sesuai dengan kondisi ketersediaan air tanah. Melalui edukasi yang sederhana dan menyentuh kebutuhan praktis ini, diharapkan kapasitas kelembagaan desa serta kesiapsiagaan mandiri masyarakat pesisir meningkat secara signifikan.

Sebagai penutup kegiatan, perwakilan BMKG Bariri mengingatkan bahwa seluruh produk informasi cuaca berkala, peta prediksi cuaca kecamatan, analisis Hari Tanpa Hujan (HTH), dan Buletin KLIKK bulanan dapat diakses secara bebas dan terbuka oleh masyarakat luas kapan saja melalui website resmi instansi di https://gaw-bariri.bmkg.go.id/#.