Picture3

Palu, 24 Juli 2026 – Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri, Asep Firman Ilahi, S.Stat., M.Si., hadir sebagai salah satu pembicara utama dalam program kuratorial bulanan perdana bertajuk "Indishare #1: Stand Up Idea" yang diinisiasi oleh Indivox. Kegiatan ini diselenggarakan secara tatap muka di Aula Hotel Brizky Lantai 2, Jl. RE. Martadinata, Tondo, Kota Palu, pada Jumat malam (24/7).

Mengusung pilar tematik "Ekologi, Kebencanaan, dan Ketahanan Wilayah" dengan subtema khusus "Seni Bermukim", acara ini dirancang untuk mengeksplorasi cara dan sikap hidup yang bertanggung jawab, tangguh, serta adaptif terhadap dinamika lingkungan bumi. Melalui format Deep Talks & Arts, kegiatan ini mempertemukan perspektif sains, kebijakan, dan ekspresi kreatif.

Picture4

Acara ini dihadiri oleh sekitar 20 peserta yang didominasi oleh kalangan kurator seni serta generasi muda (Gen Z) di Kota Palu. Kehadiran audiens dari kalangan penggerak kreatif dan generasi muda ini menjadi momentum strategis bagi SPAG Lore Lindu Bariri untuk mendekatkan literasi meteorologi, klimatologi, dan kualitas udara dalam ruang ruang diskusi publik yang lebih santai namun sarat akan substansi.

Dalam pemaparannya, Asep Firman Ilahi menjabarkan bagaimana cara membaca karakter alam sebagai seni bermukim di atas cincin api dan sesar paling aktif di dunia. Selain itu disisipkan juga data ilmiah dan pemahaman iklim global dapat ditransformasikan menjadi aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk ketahanan wilayah yang kuat. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas disiplin antara sains dan kebudayaan sangat krusial agar masyarakat dapat mempelajari gejala alam dengan membangun hubungan yang lebih bermakna sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem lingkungan, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.

Picture1

Selain Kepala SPAG Lore Lindu Bariri, forum Indishare edisi pertama ini juga menghadirkan rangkaian pembicara interdisipliner seperti Mohamad Herianto, Yusman Awani, dan Lusia Salmawati, serta penampilan ekspresi seni dari seniman lokal Rini Lestari dan Narco. Sinergi ini diharapkan mampu memantik tradisi berbagi gagasan di Kota Palu menjadi lebih hidup, reflektif, serta berdampak positif bagi kesiapsiagaan masyarakat menghadapi tantangan ekologis ke depan.